Tampilkan postingan dengan label Persepsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persepsi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

Memaafkan

Waktu kecil saya selalu diajari orang tua untuk saling memaafkan dengan teman saat terjadi pertengkaran, apakah saya atau teman yang salah itu bukan ukuran untuk meminta maaf. Biasanya orang tua meminta saya untuk bersalaman dan saling tersenyum. Hasil dan manfaatnya sungguh luar biasa, saya dan teman saling meminta maaf dan tidak lama kemudian kami bermain dan tertawa lagi seperti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Sebelumnya saya sering bertanya kepada diri sendiri, kenapa harus minta maaf kalau bukan saya yang melakukan kesalahan?.... dengan berjalannya waktu dan terus merenungi kejadian itu baru saya sadari dan pahami bahwa banyak manfaat dan makna dari memaafkan itu, minimal saat saya meminta maaf (apakah saya atau teman yang bersalah) ada 2 (dua) permintaan maaf yang dilakukan, yaitu permintaan maaf kepada teman dan diri sendiri.

Selasa, 22 Februari 2011

Pencitraan Diri

Seorang pemuda jatuh hati pada seorang pemudi dan si pemudi mempunyai perasaan yang sama, akhirnya merekapun berpacaran. Selama berpacaran mereka lalui dengan begitu indah dan bahagia, dan pertengkaran-pertengkaran kecil dapat dengan cepat dan mudah diselesaikan sekalipun pasangan ini menyadari bahwa banyak perbedaan diantara mereka, diantaranya sifat, kebiasaan, kegemaran, status sosial dan lain-lain.

Rasa saling mencintai dan memiliki membuat pasangan ini bersepakat bahwa perbedaan itu dapat dihilangkan dan dieliminir dengan melakukan pengorbanan untuk saling memahami, menghargai dan menghormati satu sama lain.

Pasrah

Seorang anak yang lagi kesal mendatangi orang tuanya, “Pa…. papa bohong!..” katanya, “ada apa sayang… kok tiba-tiba marah gitu sama papa” jawab si ayah, “papa kan bilang kalau kita pasrah semua bisa berjalan dengan baik, tapi buktinya.......” jawab si anak tidak meneruskan perkataannya. “coba jelaskan dulu sama papa apa yang kamu lakukan sampai bisa ngomong seperti itu…..”.

“Waktu itu papa bilang…. kalau kita merasa ada kesulitan dan tidak menemukan jalan keluar atau buntu, sebaiknya kita pasrahkan kepada Tuhan pasti semua bisa berjalan dengan baik dan lancar, nah waktu ujian tadi ada soal yang sulit dimengerti dan aku tidak tahu jawabannya…. yah aku coba pasrah saja…. tapi kok tetap saja tidak bisa, kalau begitu tidak ada artinya dong pasrah itu.....”.
****

Indahnya Perbedaan

Begitu banyak perbedaan yang ada didunia ini, atau bahkan bisa dikatakan semuanya berbeda... tidak ada yang sama persis, apakah perbedaan itu perlu dipermasalahkan?, kalau kita mau mengakui dengan jujur; perbedaan itu justru memperkaya pola pandang manusia dan merupakan kekayaan alam semesta yang tidak tertandingi sekaligus menujukkan begitu luar biasanya karya Sang Pencipta dalam menciptakan perbedaan.

Dari berbagai macam perbedaan, yang menjadi tugas dan kewajiban kita adalah mampu melihat perbedaan dari sisi positif, khususnya saat perbedaan yang dihadapi "seakan-akan" bisa merugikan bila terus dilakukan. Biasanya kalau kita memperkirakan perbedaan itu akan merugikan diri kita, maka secara otomatis kita sudah mengawali pandangan dari sisi negatif agar perbedaan itu tidak mengusik zona nyaman kita.