Minggu, 01 Mei 2011

Spondilolistesis

Awalnya saya tidak percaya ketika dinyatakan menderita pergeseran tulang belakang (spondilolistesis) oleh seorang dokter dengan hanya melihat hasil rongent. Untuk memastikannya saya melakukan pemeriksaan dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan konsultasi dengan seorang profesor dokter di salah satu rumah sakit, hasilnya positif terjadi pergeseran tulang belakang yaitu L3-4, L4-5, L5-S1 (L = Lumbal). Sang Prof. dr. menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi (pembedahan) sekalipun hasilnya 50% berhasil 50% gagal (mungkin karena peralatan yang belum mendukung operasi dimaksud). Saya belum bersedia untuk menjalani operasi, sehingga alternatif yang dilakukan adalah menjalani terapi sekalipun terapi bukan merupakan pengobatan tetapi lebih berfungsi untuk mengurangi rasa sakit.

Saat konsultasi, saya baru tahu bahwa sang profesor juga penderita penyakit yang sama dengan saya (spondilolistesis). Ada satu pernyataan yang sangat menarik ketika saya menanyakan apakah prof. sudah menjalani operasi (pembedahan), sang prof. mengatakan “tidak.... saya berlajar untuk bersahabat dengan penyakit”. Terlepas dari apakah sang profesor takut atau tidak menjalani operasi karena ia lebih tahu mengenai kondisi saraf di bagian tulang belakang, pernyataan tersebut mengandung beberapa hal positif agar kita, antara lain :
  1. Menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga cukup, makanan yang cukup gizi dan minum minimal 8 gelas per hari.
  2. Menyadari bahwa manusia pasti mengalami sakit, dan untuk meminimalkannya harus memelihara seluruh tubuh dengan baik.
  3. Menyadari bahwa anggota tubuh memiliki fungsi dan kemampuan yang berbeda-beda dan saling menopang satu sama lain.
  4. Tubuh perlu istirahat yang cukup setelah beraktivitas.
Sering tidak kita sadari atau mengabaikan kondisi tubuh dengan melakukan berbagai aktivitas yang sangat melelahkan (over load) namun kurang beristirahat dan makan dengan sembarangan. Saat kita masih muda memang tidak merasakan apa-apa, namun sebenarnya yang terjadi adalah kita sedang melakukan pengurangan fungsi dari tubuh (diluar normal) secara perlahan dan akan dirasakan setelah memasuki usia senja.

Bagaimana Pencegahan Nyeri Punggung?
Nyeri punggung dapat dicegah dengan berbagai cara yang sederhana dan tiap orang dapat mulai membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan mecegah terjadinya nyeri punggung antara lain:

1.   Membiasakan posisi tubuh yang benar saat bekerja.
Mayoritas cedera tulang belakang disebabkan oleh gerakan mengangkat yang tidak tepat. Hal ini dapat dikarenakan teknik mengangkat yang salah, yaitu dengan gerakan membungkuk atau memutar sehingga tumpuan berpusat di tulang belakang. Pencegahannya adalah dengan membiasakan mengangkat beban mulai dari gerakan jongkok terlebih dahulu kemudian mengangkat dengan posisi tubuh tegak agar tumpuan beban ada di kedua kaki dan menjaga beban sedekat mungkin dengan tubuh untuk mengurangi beban tulang belakang. Hal tersebut jauh lebih aman bagi kesehatan tulang belakang.

2.  Menyesuaikan kemampuan tubuh dengan beban yg diangkat.
Penyebab lain terjadinya cedera tulang belakang adalah akibat beban yang berlebihan sehingga melebihi kemampuan tubuh dalam menyangga (over load). Berhati-hatilah saat membawa atau mengangkat barang yang terlalu berat, terlalu besar, dan sulit untuk dipegang! Akan jauh lebih aman bila meminta bantuan orang lain atau menggunakan alat bantu saat menemui barang-barang tersebut dalam bekerja.

3.   Menjaga kebugaran jasmani dan kecukupan gizi.
Menjaga kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan olahraga yang teratur dengan takaran dan durasi yang cukup. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam menambah kekuatan, kelenturan, dan daya tahan otot, serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang, selain tentunya mencegah pengeroposan tulang. Secara umum olahraga yang cukup dapat dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali per minggu, durasi 20-40 menit, dengan gerakan yang banyak melibatkan otot-otot besar dan interval istirahat yang cukup. Sedangkan kebutuhan gizi diperlukan untuk mencukupi kebutuhan energi dalam bekerja dan memelihara kesehatan tulang belakang. Hal ini dapat dicapai dengan makan teratur 3 kali sehari dengan komposisi makanan yang cukup mengandung makro maupun mikro nutrien, dan minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Untuk pencegahan dan pengobatan secara jasmani kita bisa menerapkan minimal seperti uraian diatas dan lebih spesifik lagi bila kita berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Bagaimana pandangan secara rohani?.
Pencegahan secara rohani bisa dilakukan, antara lain :
1. Menyadari dan menghargai bahwa tubuh, jiwa dan roh kita sesungguh milik Tuhan yang harus dipelihara dan dirawat dengan baik (tubuh kita merupakan bait Allah).
2. Menyadari bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini adalah seijin Tuhan dalam membentuk kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai macam masalah dan penyakit.

Untuk menyikapi kondisi tersebut kita bisa melihat kembali pernyataan profesor dokter yang mengatakan “bersahabat dengan penyakit” yang pada hakekatnya hampir sama dengan apa yang dialami oleh Rasul Paulus. Dengan adanya duri di dalam dagingnya (yang banyak ditafsirkan sebagai penyakit), Rasul Paulus menyadari untuk tidak meninggikan diri, menyadari dan membiarkan Tuhan berkuasa dan berkarya dalam setiap langkah hidupnya, seperti tertulis dalam II Korintus 12:7-10 :

12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Kita juga bisa menyikapi dengan berdoa mohon kesembuhan dari Tuhan, sekalipun mungkin dengan jalan operasi (pembedahan). Cara Tuhan sungguh ajaib dan luar biasa dalam memberikan solusi untuk penyembuhan selama kita mau meyakini bahwa Tuhan bisa berkarya lewat siapapun dan apapun juga. Bila harus menjalani operasi (pembedahan), maka itu berarti Tuhan berkarya melalui tangan dokter, perawat dan yang lainnya (termasuk peralatan kedokteran dan obat-obatan).

Kunci utama keberhasilan dalam operasi penyembuhan adalah iman percaya kepada Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan karya ciptaan-Nya yang sangat indah dimata-Nya menjadi tercela atau cacat. Ada 3 (tiga) kemungkinan terjadi bila kita selalu menyertakan Tuhan dalam tindakan operasi :
1.   Operasi berhasil menurut manusia dan Tuhan.
Kembali normal seperti semula dan ini harapan setiap penderita penyakit.
2.  Operasi kurang/ tidak berhasil menurut manusia dan berhasil menurut Tuhan.
Mungkin karena ada beberapa fungsi anggota tubuh yang sebelumnya belum/ tidak dioptimalkan dan menjadi optimal dengan kondisi tubuh yang berbeda dari sebelumnya, bahkan menjadi semakin indah menurut pandangan Tuhan.
3.  Operasi gagal menurut manusia dan berhasil menurut Tuhan.
Karena kasih Tuhan maka disediakan tempat yang indah dan kekal dan selalu bersama-sama dengan Tuhan.

Dalam hal ini tidak ada operasi yang kurang/ tidak berhasil dan gagal menurut Tuhan. Tuhan sungguh menyayangi umat dan ciptaan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar