Matius 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
Ada ungkapan bijak yang mengatakan demikian, “Sikap seorang yang sia-sia dan tidak terhormat adalah demikian: ia selalu mengatakan apa yang tidak perlu dikatakan dan mengurusi apa yang bukan menjadi urusannya.” Ungkapan ini mau mengajarkan bahwa sebuah tindakan sangat mempengaruhi keberadaan seseorang. Jika tindakannya tidak baik, maka itu menunjukkan betapa rendahnya diri orang tersebut; dan sebaliknya jika seseorang menunjukkan sikap yang baik, itu menandakan bahwa ia adalah seorang terhormat.
Bukan sekadar tindakan, perkataan seseorang pun menunjukkan keberadaan diri yang sebenarnya. Jika ia selalu mengungkapkan kata-kata yang membangun, maka orang akan melihat bahwa ia adalah orang yang layak untuk dihormati, dan sebaliknya orang tidak akan pernah bisa menghormati setiap orang yang hanya bisa berkata kasar dan menghancurkan hidup seseorang melalui perkataannya.
Hal ini juga yang mau diungkap oleh Tuhan Yesus melalui firman-Nya di Matius 7:6. Tuhan Yesus melihat, betapa banyak orang yang hidup secara tidak terhormat melalui kata-kata yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan yang tidak benar. Tuhan Yesus mengumpamakan mereka yang bertingkah laku seperti itu ibarat orang yang telah melemparkan barang yang kudus dan mutiara kehidupan mereka kepada anjing dan babi; yang mengakibatkan hidup mereka menjadi najis dan sama sekali tidak berarti. Jadi bagi Tuhan Yesus, hal menajiskan diri terjadi ketika seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya dalam menghadapi kehidupan, sehingga setiap perkataan dan perbuatannya tidak menampakkan kehormatan dirinya.
Oleh sebab itu, Tuhan Yesus meminta supaya kita selalu menjaga kata dan perbuatan kita. Jika mau berkata, katakanlah setiap perkataan yang memang perlu dikeluarkan yang bersifat membangun; dan jika mau berbuat, perbuatlah apa yang memang harus dilakukan yang berdampak positif bagi kehidupan. Tidak usah mengurusi urusan orang lain; tetapi uruslah setiap hal yang baik, yang mempunyai dampak positif bagi kehidupan. Inilah kehidupan yang terhormat, penuh berkat dan tidak sia-sia.
Penulis : Pdt. Firman Pandjaitan, Mth.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar