Disebuah parit yang tidak terlalu besar namun tidak terlalu kotor saya melihat beberapa ekor jentik nyamuk sedang berenang-renang. Bila dalam parit itu tidak ada arus/ aliran air, maka jentik-jentik nyamuk bisa berenang dengan leluasa, namun sebaliknya bila ada arus/ aliran air maka semua jentik nyamuk berusaha menggapai apa yang bisa dikaitkan dengan tubuhnya agar tidak terbawa oleh arus/ aliran air tersebut hingga arus/ aliran air itu berhenti kembali. Ada sebagian jentik nyamuk yang terbawa oleh arus/ aliran air tersebut ada juga yang tetap bisa bertahan diposisinya. Biasanya jentik nyamuk yang terbawa arus/ aliran air adalah jentik nyamuk yang agak jauh dari sesuatu yang bisa dijangkau untuk bertahan, sementara arus/ aliran air pun tidak pernah terduga kapan mengalirnya.
Bila alur parit tersebut ditelusuri, maka tidak jauh dari situ terdapat kubangan yang cukup besar dimana banyak jentik-jentik nyamuk yang begitu leluasanya berenang karena dikubangan cenderung arus/ aliran air tidak terlalu berpengaruh.
****
Bila kita mau bercermin, banyak orang berperilaku seperti jentik-jentik nyamuk itu. Kita tidak mau dan tidak berani untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone) yang sudah dimiliki/ diperoleh, salah satu contoh : posisi/ jabatan dalam pekerjaan yang sudah mapan, saat ada isu restrukturisasi organisasi maka berusaha mencari pegangan orang penting (pejabat atau dukun) agar posisi/ jabatan tidak lengser. Apapun dilakukan (entah dengan cara yang baik atau kurang baik) yang penting posisi/ jabatan tetap melekat dipundak.
Bagi yang sudah memiliki pegangan (banyak posisi/ jabatan yang diperoleh merupakan hadiah dari pegangannya) akan mencari pegangan lain yang lebih memiliki kekuasaan. Dan bagi yang belum memiliki pegangan maka akan berusaha mencari untuk memiliki pegangan yang sudah memiliki kekuasaan tertentu.
Disisi lain, sebenarnya kita sedang melakukan penolak atau mengeraskan hati terhadap suara Tuhan yang berbicara melalui hati nurani. Tuhan menghendaki agar kita bisa lebih berkembang dengan berkarya ditempat yang baru (lain), namun kita terlalu takut untuk memulai ditempat baru (lain) karena masih tidak terbayang apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang sering jadi pertanyaan ditempat yang baru (lain) adalah masalah perolehan pendapatan (tempat basah atau tidak) dan menyenangkan atau tidak.
Kita sering mengagumi akan iman dari Abraham (hidup yang sudah mapan) yang mengikuti perintah Tuhan (keluar dari zona nyaman/ comfort zone) tanpa mengetahui yang akan dihadapinya kelak. Secara sederhana, Abraham hanya memiliki iman dan ketaatan penuh kepada Tuhan, dan hasilnya sungguh luar biasa, dasyat dan ajaib. Apakah kita hanya bisa mengagumi tanpa mau meneladani dan mencontohnya?
Bagi jentik-jentik nyamuk yang mengikuti arus/ aliran air telah disediakan kubangan dimana jentik-jentik nyamuk itu akan lebih leluasa berenang-renang. Apalagi kita manusia yang sungguh dikasihi dan disayangi Tuhan, bila kita mau mendengar suara Tuhan dan menjalankannya, maka tempat yang baru (lain) adalah tempat yang paling baik, indah dan mulia menurut Tuhan. Tidak perlu bertanya tetapi lakukan dengan iman dan ketaatan penuh kepada Tuhan.
Sedikit cerita :
Seseorang tersesat di sebuah hutan sementara hari sudah gelap, karena orang itu tidak membawa penerangan maka dia terperosot ke jurang, saat terperosot orang itu berusaha menggapai apapun untuk pegangan agar terperosok tidak lebih dalam dan terjerambab, akhirnya orang itu bisa memegang salah satu dahan yang cukup kuat sehingga dia bisa bergelantungan. Kemudian orang itu memohon pertolongan pada Tuhan, dan tiba-tiba dia mendengar suara “lepaskan peganganmu dari dahan itu”, karena merasa takut (bila dilepaskan maka dia akan jatuh dan mati) orang itu justru memegang dahan lebih kuat lagi. Setiap kali orang itu memohon pertolongan pada Tuhan, suara dan ucapan yang sama selalu terdengar dan dia semakin mempererat pegangan. Akhirnya orang itu bergelatungan pada dahan itu sepanjang malam. Pagi datang dan matahari mulai menerangi hutan itu, saat orang itu melihat kebawah ternyata dasar jurang hanya tinggal 1 (satu) meter lagi.
Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar