Bahan Bacaan: Lukas 22:54-62
Beberapa pemahaman Awal:
- ayat.54-55: Peristiwa ini terjadi di rumah Imam Besar yang menghakimi Yesus. Jika dikatakan bahwa Petrus berada di tengah halaman bersama orang-orang yang mengelilingi api, itu berarti bahwa Petrus berada di antara prajurit yang bertugas untuk menyiksa Yesus.
- Tentang penyangkalan Petrus:
- Penyangkalan I: penyangkalan ini adalah penyangkalan terhadap diri Yesus Pribadi, karena ketika Petrus dituduh oleh seorang perempuan bahwa ia adalah orang yang berjalan dan mengikut Yesus, maka Petrus mengatakan bahwa “aku tidak mengenal DIA” Dengan demikian, Petrus menyangkal bahwa ia adalah pengikut Kristus.
- Penyangkalan II: penyangkalan ini merupakan penyangkalan terhadap komunitas yang selama ini diikuti oleh Petrus. Petrus menyangkal bahwa dia adalah bagian dari para murid! Hal ini terlihat saat tuduhan itu dikemukakan, bahwa Petrus adalah bagian dari para pengikut Yesus, dan Petrus menyangkalnya.
- Penyangkalan III: Penyangkalan ini adalah penyangkalan terhadap bangsanya; karena Petrus mengatakan bahwa ia bukanlah bagian dari orang-orang Galilea. Dan terhadap hal ini, kembali Petrus menyangkal.
- Jadi penyangkalan Petrus di sini bukan sekedar penyangkalan terhadap Yesus, tetapi juga terhadap persekutuan dengan para murid (sekarang: Gereja) dan penyangakalan terhadap kebangsaannya sendiri (sekarang: sebagai orang Kristen).
- Yang membuat hati Yesus bersedih adalah : bentuk penyangkalan Petrus adalah bentuk penyangkalan yang sempurna; dengan penyangkalan itu Petrus, sebenarnya, telah menyatakan diri sebagai orang yang berada di luar dan keluar dari persekutuan dengan Yesus, para murid dan dari bagian setiap orang beriman/ percaya (murtad).
- Petrus menyesal dan menangis -> ini adalah bentuk pertobatan, karena sesudah peristiwa penyesalan ini, Petrus berubah menjadi manusia baru.
Renungan:
Gereja sekarang berada dalam situasi kritis!
Mengapa demikian? Sejujurnya sekarang Gereja sedang mengalami situasi di mana orang-orang yang menjadi bagian dari Gereja berlomba untuk saling menyangkali satu sama lain. Hal ini terlihat dari semakin sedikitnya perasaan kebersamaan yang ada dalam persekutuan orang-orang percaya di Gereja. Persekutuan Gereja seringkali terpecah oleh kepentingan-kepentingan segelintir orang dan hal ini mempengaruhi kehidupan bergereja dan berjemaat. Intrik, kebencian, iri hati dan segala sifat-sifat duniawi telah merasuk ke dalam kehidupan bergereja, menyebabkan hubungan antar jemaat juga semakin rentan. Terutama ketika behubungan dengan masalah keselamatan diri pribadi, seringkali pribadi-pribadi yang ada dalam persekutuan Gereja tega mengurbankan pribadi-pribadi lainnya.
Jika diamati dengan sesungguhnya, inilah bentuk penyangkalan Gereja terhadap Tuhan Yesus. Karena ketika kita mengaca pada konteks dan teks dari Lukas 22:54-62, digambarkan bahwa penyangkalan Petrus terhadap Tuhan Yesus berarti juga penyangkalan terhadap dirinya yang adalah bagian dari para murid dan bagian dari orang-orang yang percaya. Dan ini dilakukan Petrus hanya untuk keselamatan dirinya pribadi. Demi menyelamatkan dirinya, Petrus tega untuk mengatakan bahwa dia bukanlah bagian dari Kristus, para murid dan orang beriman. Di sini ia bukan hanya menyangkal komunitasnya, bahkan ia telah menyangkal dirinya sendiri. Sebuah perbuatan murtad yang keji. Tindakan ini, jika diketahui oleh para murid, pasti akan menjadi sumber perpecahan; tetapi untunglah Tuhan Yesus tidak menceritakan hal ini kepada para murid lainnya. Justru Tuhan Yesus berpaling kepada Petrus dan dalam tatapan teduh-Nya, IA mengampuni Petrus -> Petrus pun bertobat!
Untuk menyambut Perjamuan Kudus Paskah tahun ini, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan menyangkal Tuhan Yesus dengan cara kita hidup terpisah dengan persekutuan kita (tidak mau terlibat dalam kegiatan Gereja); atau kita selalu membuat permusuhan dengan sesama; atau kita mau meninggalkan persekutuan orang beriman dan Kristus hanya karena tertarik dengan kehidupan duniawi; atau mau bertobat … ? Buatlah keputusan pada hari ini juga, karena Tuhan Yesus telah menunggu di Meja Perjamuan -> AMIN.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar